Diberdayakan oleh Blogger.

adobe photoshop

Mengenal Adobe Photoshop

Sebelum saya membahas apa itu Photoshop, terlebih dahulu saya mengucapkan terimakasih atas waktu yang Sobat luangkan untuk mengunjungi blog ini. Semoga apa yang saya sajikan pada blog ini dapat menambah pangetahuan anda terutama mengenai ilmu Photoshop. Saya berharap semoga blog ini menjadi tempat para pemula Photoshop untuk mempelajari dan mendalami ilmu yang sangat berguna dari aplikasi edit foto yang luarbiasa ini.
Mengenal Photoshop

Sebelum kita membahas Photoshop lebih jauh, terlebih dahulu kita mengenal apa itu Photoshop. Blog PhotoshopdesaiN.com ini akan membahas mengenai Photoshop dari dasar sehingga anda jangan takut melakukan kesalahan ataupun bingung cara menggunakan aplikasi ini meskipun anda seorang pemula sekalipun dalam ilmu mengedit dan memanipulasi foto.
Adobe Photoshop yang lebih dikenal dengan nama Photoshop merupakan sebuah software image editor keluaran Adobe System yang dikhususkan untuk menangani gambar berjenis bitmap yang berbasis pada pixel. Bitmap adalah representasi citra grafis yang terdiri dari susunan titik-titik yang tersimpan dalam memori komputer.Bitmap dikembangkan oleh Microsoft.
Photoshop dapat kita gunakan untuk melakukan segala hal yang berhubungan dengan olah gambar mulai dari keperluan fotografi, memperbaiki gambar, memanipulasi gambar , cover design, portrait design,  advertisement design, desain brosur, sampai desain web serta desain kreatif lainnya. Dengan segala keahlian serta kelengkapan fiturnya, membuat Photoshop menjadi software terpopuler dan banyak digunakan oleh desainer profesional.
Sejarah singkat

Seorang profesor dari Michigan (USA) bernama Glenn Knol membuat sebuah eksperimen untuk mengolah foto secara digital. Dengan alat seadanya, sang profesor bekerja keras di ruang gelap (dark room) milik pribadinya. Beliau memiliki dua orang anak yang bernama: John Knoll dan homas Knoll.
Thomas Knoll
John Knoll
Kedua anak tersebut meneruskan cita-cita ayahnya untuk membuat sebuah program pengolah gambar secara digital tersebut. Singkat cerita, akhirnya kedua saudara tersebut berhasil menciptakan sebuah program aplikasi pengolah gambar yang saat itu masih sederhana. Atas penemuan tersebut, sebuah perusahaan bernama Image Scan memberikan lisensi. Namun selang satu tahun, lisensi diambil alih oleh Adobe Corporation. Kemudian program pengolah gambar tersebut diberi nama Adobe Photoshop. Versi terakhir adalah CS6 atau lebih dikenal dengan Adobe Photoshop CS6 (Creative Suite). Memang, pada awal terciptanya Photoshop hanya ditujukan untuk keperluan pengolah gambar (fotografi). Thomas Knoll bersama timnya akhirnya mengembangkan Photoshop untuk berbagai keperluan seperti: web design (Image Ready), publishing (Photoshop), animasi (Image Ready), digital painting (Photoshop), dan bidang lainnya. Para web design maupun graphic design cenderung lebih banyak menggunakan program Adobe Photoshop untuk membantu pekerjaan di bidang masing-masing karena mudah digunakan, memiliki warna cerah, mendukung plug-in dari pihak ketiga, dan hasil output yang fantastik.(Sumber:kompas)
Fitur

Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan-Adobe lainnya. File format asli Photoshop, .PSD, dapat diekspor ke dan dari Adobe ImageReady. Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, After Effects dan Adobe Encore DVD untuk membuat DVD profesional, menyediakan penyuntingan gambar non-linear dan layanan special effect seperti background, tekstur, dan lain-lain untuk keperluan televisi, film, dan situs web. Sebagai contoh, Photoshop CS dapat digunakan untuk membuat menu dan tombol (button) DVD.
Photoshop dapat menerima penggunaan beberapa model warna:
Versi terbarunya, yang dirilis pada tahun 2005, adalah versi 9. Program ini dipasarkan dengan nama “Photoshop CS2.” “CS” merefleksikan integrasi produk Photoshop dengan aplikasi “Creative Suite buatan Adobe dan disebut “2″ karena program ini adalah versi rilis ke-2 sejak Adobe mengintegrasikan kedua produknya. Ada beberapa pada tambahan pada Photoshop CS2 seperti multiple layer selecting dan “warp,” versi kurva dari transform tool dan color replacement tool, yang sebelumnya hadir sebagai plug-in 8BF.
Untuk para penggemar fotografi, Adobe menyediakan filter “reduce grain” (mengurangi grain) yang dapat membantu mengoptimalkan foto yang diambil pada kondisi kekurangan cahaya. Untuk “memperjelas” perbedaan produk CS dengan produk-produk Photoshop sebelumnya, Adobe menghilangkan lambang mata Photshop, yang dipresentasikan dalam bentuk yang berbeda-beda sejak versi 3 sampai versi 7. Photshop CS dan CS2 kini menggunakan bulu sebagai ikon dan bentuk identifikasinya.
CS5
Versi beta Photoshop CS3 telah dirilis untuk pengguna CS2 pada tanggal 15 Desember 2006. Berbeda dengan Photoshop CS dan CS2 yang menggunakan bulu sebagai logonya, Logo untuk edisi ketiga ini berbentuk tipografi, dengan huruf ‘Ps’ berwarna putih dan berlatar belakang biru-gradien.
Camera RAW 3.x
Versi terakhirnya dilengkapi dengan Adobe Camera RAW, sebuah plugin yang dikembangkan oleh Thomas Knollyang dapat membaca beberapa format file RAW dari kamera digital dan mengimpornya langsung ke Photoshop. Versi awal RAW plugin ini juga tersedia untuk Photoshop 7.0.1 dengan tambahan biaya $99 USD.
Secara Photoshop adalah sebuah program penyunting gambar standar industri yang ditujukan untuk para profsional raster grafik, harga yang ditawarkan pun cukup tinggi; kira-kira US$600. Keadaan ini memancing beberapa programer untuk merancang peralatan grafik (graphics tools) dengan harga yang lebih terjangkau. Untuk menghadapi persaingan ini, dan untuk menghadapi pembajakan produknya, Adobe memperkenalkan Photoshop Elements, sebuah versi lain dari Photoshop yang lebih minimalis, dengan harga terjangkau; di bawah US$100. Produk ini ditujukan untuk pengguna rumahan dan menghilangkan beberapa fitur profesional.(Sumber:Wikipedia)


Read more: http://photoshopdesain.com/blog/artikel/mengenal-adobe-photoshop.html#ixzz2rUivaaTB

Read more at http://photoshopdesain.com/blog/artikel/mengenal-adobe-photoshop.html#U9ooy3ieR9UTjUIm.99

menu dan icon dalam adobe photoshop cs

MENU DAN IKON (TOOLS) YANG TERDAPAT DALAM PERANGKAT LUNAK PEMBUAT GRAFIS ADOBE PHOTOSHOP CS
oleh : I Gede Suartana

1. MELIHAT AREA KERJA

Ketika pertama kali mengaktifkan program Adobe Photoshop CS, akan nampak area kerja terbagi menjadi beberapa bagian menu yaitu: Menu Bar, Option Bar, Toolbox, Pallet Well, dan Pallete.
Menu bar: berisi menu-menu yang dapat membantu memudahkan dalam bekerja dan terorganisir sesuai dengan topik yang saat itu digunakan. Sebagai contoh, menu Layers berisi menu-menu yang berhubungan dengan Pallete Layers.
Option bar: berisi informasi tentang tool yang saat itu digunakan.
Toolbox: perangkat utama yang digunakan untuk membuat, mengedit gambar dan teks. Pallete well: membantu dalam menata beberapa palet yang digunakan.
Pallete: membantu memonitor dan mengedit gambar (image).
A = Option bar, B = Toolbox, C = Status bar, D = Menu bar,
E = Pallet Well, F = Pallet
2. TOOLBOX
Menu Toolbox dibagi menjadi beberapa bagian:
2.1. Marquee Tool
Rectangle Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk persegi.
Elliptical Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk lingkaran.
Single Row Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk garis horisontal.
Single Column Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk garis vertikal.
Caranya: pilih salah satu tool yang disediakan kemudian letakkan pada image yang dimaksud. Klik mouse sambil menyeret ke area lain kemudian lepaskan.
2.2. Move Tool
Untuk memindahkan objek (teks maupun grafik). Caranya: Aktifkan Move tool, lalu pilih objek yang ingin dipindahkan. Seret ke daerah lain
2.3. Lasso Tool
Lasso Tool: untuk membuat seleksi secara bebas (handsfree)
Polygon Lasso Tool: untuk membuat seleksi
Magnetic Lasso Tool: untuk membuat seleksi bebas berdasarkan tingkat kesamaan warna.
Caranya: aktifkan salah satu tool (missal: Magic Lasso tool) dan tempatkan pada daerah yang ingin dibuat seleksi. Klik ujung Magnetic Lasso tool dan seret mouse mengelilingi daerah yang dimaksud.
2.4. Magic Wand Tool
Untuk membuat seleksi berdasarkan kesamaan warna.
Caranya: aktifkan tool tersebut kemudian aturlah beberapa spesifikasi pada menu option di bagian atas seperti tolerans (Tolerance), Antialis, Contigous, dan Sample All Layers. Semakin besar nilai pada Tolerance maka akan membuat seleksi sesuai kesamaan warna yang berdekatan.
2.5. Crop Tool
Untuk membuang bagian dari image canvas yang tidak digunakan.
Caranya: aktifkan Crop tool kemudian letakkan mouse pada daerah tertentu lalu seret ke daerah lain. Klik tanda centang di bagian atas jika sudah memilih atau tekan tombol Enter. Untuk memperkecil atau memperbesar area yang dipilih, klik titik Nude di bagian kiri/kanan/atas/bawah dan seret ke tempat lain untuk membuat perubahan ukuran
2.6. Slice Tool
Untuk membuat irisan pada image menjadi beberapa bagaian secara otomatis. Teknik ini sangat diperlukan ketika menampilkan beberapa gambar di internet karena sebuah  gambar akan dipotong menjadi beberapa bagian sehingga akan lebih cepat ditampilkan.
Caranya: akifkan Slice tool kemudian buat seleksi berbentuk kotak pada gambar yang ingin dipotong. Buatlah irisan pada daerah lain dengan cara yang sama. Usahahan pemotongan selanjutnya tepat pada garis sebelumnya karena jika kurang atau melebihi daerah pemotongan sebelumnya maka secara otomatis akan membuat irisan lain.

sumber: http://edugrafs.wordpress.com/materi/menu-dan-ikon-tools-dalam-adobe-photoshop-cs/